Tehnologi Listrik Tenaga Surya


Harga Kambing Qorban di Saudi 2.000 Riyal

Posted in hajji oleh TenagaSurya pada November 26, 2009
Tags: ,

Harga Kambing Korban di Saudi 2.000 Riyal
KAMIS, 26 NOVEMBER 2009 10:44
Jakarta (MCH). Harga kambing korban di Arab Saudi melonjak tajam seiring dengan masuknya Idul Adha yang akan jatuh hari Jumat, 27 November besok.
Seperti diopantau harian Al-Madinah edisi Kamis, 26 November hari ini, harga kambing bisa mencapai 2.000 Riyal atau sekitar Rp 5,6
juta per-ekor. Harga kambing ini melonjak tak terkendali karena harga sebelumnya hanya di antara 1.000 Riyal hingga termahal 1.400 Riyal, tergantung beratnya. Kini, termurah antara 1.400 Riyal hingga 2.000 Riyal. Dan terbanyak dalam kisaran 1.800 Riyal.
Menurut Khalid Abdussalam, pedagang kambing yang telah berpengalaman selama 15 tahun, tak menyangka jika harga kambing bisa semahal ini. “Ini harga tertinggi untuk seekor kambing dalam pengalaman saya berjualan,” katanya.
Sementara Bank Pembangunan Islam (IDB) menetapkan korban dan dam seara seekor kambing adalah 425 Riyal. (Musthafa Helmy)
SUMBER:
¤#1136 Harga Kambing Korban di Saudi 2.000 Riyal – informasihaji.com
qoruba – yaqrubu – qurban – qurbaanan

4 Tanggapan to 'Harga Kambing Qorban di Saudi 2.000 Riyal'

Subscribe to comments with RSS atau TrackBack to 'Harga Kambing Qorban di Saudi 2.000 Riyal'.

  1. TenagaSurya said,

    SUMBER:
    ¤#1136 Harga Kambing Korban di Saudi 2.000 Riyal – informasihaji.com

  2. dir88gun said,

    Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah menjalani kita simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

    • TenagaSurya said,

      Wa ‘alaykumusSalaam WarRohmatullahi Wabarokatuh.
      JazakAllah,
      shohih akhi,
      MARI KITA “BerQURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!
      alhamdulillah, muslimin mendapat ni’mat yg berbeda utk saling melengkapi.
      Dan yg sedang mendapat ni’mat keuntungan banyak dari penjualan haywan qurban melalui harga jual yg se-tinggi2-nya, memanfa’atkan teori ekonomi kafirun, perlu diingatkan juga, afa laa tafakarun?
      Allahu a’lam wa bishshowab
      .


Komentar ditutup.


%d blogger menyukai ini: